Gelombang digitalisasi di sektor keuangan menuntut kesiapan sumber daya manusia yang tidak hanya pandai teknologi tetapi juga memiliki empati tinggi. Universitas Widyatama sebagai salah satu Universitas Akreditasi Unggul merespons tantangan ini dengan menggelar kuliah umum berjudul “Mendesain Pengalaman Nasabah dalam Bank Digital Antara Teknologi dan Empati”. Acara yang berlangsung pada Rabu, 19 November 2025 ini bertempat di Ruang Seminar Lantai 6 Gedung B. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 80 hingga 90 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang antusias mendalami ilmu tentang Bank Digital di Universitas Widyatama.
Suasana seminar terasa sangat hidup dan interaktif sejak sesi pertama dimulai oleh narasumber utama. Program Studi Manajemen S1 selaku penyelenggara menghadirkan Rudi Gunawan, S.E., M.Sc., M.B.A. yang merupakan Product Manager di Dkatalis/Bank Jago. Rudi bukan sekadar praktisi berpengalaman, tetapi ia juga merupakan alumni kebanggaan Fakultas Ekonomi & Bisnis ini yang sukses berkarir di industri fintech. Kehadirannya memberikan bukti nyata bahwa lulusan Universitas Widyatama mampu bersaing di level manajerial perusahaan berbasis teknologi tinggi.

Tujuan utama dari kuliah umum ini adalah untuk memberikan wawasan serta kompetensi tambahan bagi mahasiswa di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Digitalisasi perbankan saat ini bukan lagi sekadar arah masa depan, melainkan sudah menjadi era yang sedang dijalani bersama. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai digital banking menjadi bekal krusial bagi mahasiswa sebelum mereka terjun ke dunia profesional.
Menggali Potensi Karir Perbankan Masa Depan
Materi yang disampaikan mengupas tuntas bagaimana seorang Product Manager bekerja menyeimbangkan kebutuhan bisnis dengan kepuasan nasabah. Rudi Gunawan menekankan bahwa pondasi bisnis yang kuat sangat diperlukan untuk bertahan di industri yang serba cepat ini. Ia berbagi pengalaman tentang bagaimana merancang produk yang memiliki value proposition kuat dan relevan bagi pasar. Penjelasan ini membuka mata para peserta mengenai kompleksitas sekaligus peluang besar di balik layar aplikasi perbankan yang mereka gunakan sehari-hari.
Oliver selaku Ketua Program Studi S1 Manajemen FEB Universitas Widyatama menjelaskan bahwa acara ini dirancang khusus untuk memberikan peta jalan karir bagi mahasiswa. Meskipun diselenggarakan oleh Prodi Manajemen S1, acara ini terbuka untuk mahasiswa D3 Manajemen dan Perdagangan Internasional di lingkungan fakultas. Sinergi antar program studi ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki wawasan holistik dan siap kerja.
Antusiasme peserta terlihat jelas dari sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis antara narasumber dan mahasiswa. Proses belajar terjadi dua arah karena pertanyaan kritis mahasiswa memancing diskusi yang lebih mendalam mengenai fitur dan keamanan bank digital. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya pasif menerima materi, tetapi juga aktif menganalisis fenomena ekonomi digital yang sedang tren.
Syaifa Anisa, seorang mahasiswi dari Prodi D3 Manajemen, mengungkapkan kepuasannya setelah mengikuti sesi kuliah umum yang padat informasi ini. Ia merasa mendapatkan pengetahuan eksklusif yang tidak didapatkan di perkuliahan reguler biasa. Menurutnya, acara seperti ini sangat efektif untuk mengenalkan fitur-fitur bank digital yang belum banyak diketahui masyarakat umum.
“Acara ini bener-bener bermanfaat ya karena kita bisa jadi tahu tentang bank digital itu secara lebih eksklusif dan aku bisa nemuin ternyata banyak bank digital yang bukan aku tahu saja. Jadi aku bisa jadi lebih tahu fitur menarik lainnya sama manfaat dari bank digital itu sendiri. Aku berharap makin banyak acara kayak gini apalagi dapet pemateri yang memang ahli di bidangnya,” ungkap Syaifa dengan wajah sumringah seusai acara.
Di sisi lain, Rudi Gunawan merasa bangga bisa kembali ke almamaternya untuk berbagi ilmu dengan junior-juniornya di kampus. Ia mengakui bahwa bekal akademik yang ia dapatkan selama kuliah dulu menjadi modal penting dalam karirnya sekarang. Pemahaman tentang business requirement yang kuat ia dapatkan dari kurikulum yang diterapkan di kampus ini.
“Materi yang saya bawakan tadi relevansinya tentu dengan karir saya di product management dan hopefully insight-nya bisa jadi menarik buat temen-temen di Widyatama, in case nanti setelah lulus pengen eksplore area sini. Kuliah di Widyatama tentunya jadi modal penting buat saya berkarir karena lewat kuliah disini saya punya business requirement yang bisa dibilang cukup kuat,” ujar Rudi menutup sesi wawancara.



